PENDAHULUAN
Iklan
memiliki peran ganda. Bagi produsen ia tidak hanya sebagai media informasi yang
menjembatani produsen dengan konsumen, tetapi juga bagi konsumen iklan adalah
cara untuk membangun citra atau kepercayaan terhadap dirinya. Produk itu
sendiri sebenarnya tidak dapat diwakili hanya dengan menampilkan beberapa menit
adegan atau percakapan singkat dalam layar televisi, atau melalui sekian baris
kata-kata indah dalam surat kabar atau majalah, ataupun gambar wanita sensual
yang mengundang perhatian para pria.
Sehebat-hebatnya
iklan yang dikemas dalam ide yang muktahir, ia tidak akan pernah mewakili
kualitas produk yang dipasarkan. Jika iklan terlalu diperindah lebih daripada
isinya, kemungkinan ia menipu. Jika proses penipuan dilakukan secara terus terang
dan meningkat, maka lambat laun ia akan menghancurkan jaringan kemitraan. Kunci
keberhasilan iklan terletak pada cara memahami sikap pendengar atau pemirsa
agar mereka dapat memahami gambaran produk secara jelas dan mereka dapat
mengambil keputusan secara arif.
Bagaimana seharusnya produsen dan konsumen memahami fungsi iklan dengan
baik?
Sonny Keraf membagi fungsi iklan
dalam dua hal yaitu:
(1) iklan sebagai pemberi informasi; dan
(2) iklan sebagai pembentuk pendapat umum.
Iklan sebagai pemberi informasi
sudah disinggung pada bagian awal. Iklan sebagai pembentuk pendapat umum
dipakai oleh propagandis sebagai cara untuk mempengaruhi opini publik. Dalam
hal ini, iklan bertujuan untuk menciptakan rasa ingin tahu atau penasaran untuk
memiliki atau membeli produk.
A.
FUNGSI DAN PERAN IKLAN
FUNGSI IKLAN
Yaitu sebagai pemberi informasi
dan iklan sebagai pembentuk pendapat umum.
a.
Iklan sebagai
pemberi informasi
Iklan
merupakan media untuk menyampaikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat
tentang produk lain yang akan atau sedang ditawarkan dalam pasar. Yang
ditekankan disini adalah bahwa iklan berfungsi untuk membeberkan dan
menggambarkan seluruh kenyataan yang serinci mungkin tentang suatu produk.
Sasaran iklan adalah agar konsumen dapat mengetahui dengan baik produk itu
sehingga akhirnya untuk membeli produk itu.
Sehubungan dengan iklan sebagai
pemberi informasi yang benar kepada konsumen, ada tiga pihak yang terlibat dan
bertanggung jawab secara moral atas informasi yang disampaikan sebuah iklan.
Ø Produsen
yang memiiki produk tersebut .
Ø Biro
iklan yang mengemas iklan dalam segala dimensinya: etis, estetik,
informatif,dan sebagainya.
Ø Bintang
iklan. Dalam hal ini, tanggung jawab
moral atas informasi yang benar tentang sebuah produk pertama-tama dipikul oleh
pihak produsen.
b.
Iklan Sebagai
Pembentuk Pendapat Umum
Berbeda
dengan fungsi iklan sebagai pemberi informasi, dalam wujudnya yang lain iklan
dilihat sebagai satu cara untuk mempengaruhi pendapat umum masyarakat tentang
sebuah produk. Dengan kata lain, fungsi iklan adalah untuk menarik massa
konsumen untuk membeli produk tersebut. Secara etis, iklan manipulasi jelas
dilarang karena iklan semacam itu benar-benar memanipulasi manusia, dan segala
aspek kehidupan, sebagai alat demi tujuan tertentu di luar diri manusia.
Adapun
Fungsi Iklan, yaitu;
•
Informing, adanya iklan membuat konsumen sadar (aware) akan merek-merek baru,
mendidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat merek, serta menfasilitasi
penciptaan citra merek yang positif.
•
Persuading, iklan yang efektif akan mampu mempersuasi (membujuk) pelanggan
untuk mencoba produk dan jasa yang diiklankan.
•
Reminding, iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para
konsumen.
• Adding value, periklanan memberi nilai tambah pada merek dengan mempengaruhi
persepsi konsumen
PERAN IKLAN
•
Membangun awareness konsumen
•
Mereposisi merek dengan merubah persepsi atau perilaku
PESAN IKLAN
Adanya informasi dan emosi yang seimbang dan penampilan
pesan yang tepat untuk target adalah hal yang penting dalam membiau iklan yang
efektif. Sehingga iklan dapat diterima audiens dan diinterpretasi dengan tepat.
Elemen-elemen
yang harus diperhatikan untuk membuat sebuah pesan promosi yaitu:
1. Balance (The Balance of the message)
Keefektifan pesan dalam sebuah
iklan tergantung pada beberapa isu.
Dalam Isu dari perspektif
penerima iklan, didalamnya terdapat dua elemen yaitu:
a.
Jumlah
dan kualitas pesan yang dikomunikasikan, serta
b.
Penilaian
setiap individu terhadap cara pesan tersebut dikomunikasikan.
• Sehingga dari perspektif ini, bahwa sebuah iklan
seharusnya dapat menyeimbangkan antara kebutuhan informasi setiap individu dan
kebutuhan mendapatkan kesenangangan dalam mengonsumsi pesan tersebut.
• Pengemasan pesan dalam sebuah iklan dapat berorientasi
pada produk dan rasional(high involvement), serta berorientasi pada konsumen
yang berdasarkan pada fikiran dan emosi (low involvement).
• Dalam high involvement, pesan berorientasi terhadap
produk, berisi informasi informasi yang berasosiasi terhadap keuntungan-keuntungan
sebuah produk.
• Sedangkan dalam low involvement, pesan focus pada image
yang ditanamkan pada penerima pesan.
2. Structure
Sebuah bagian penting dalam menyusun sebuah strategi
pengemasan sebuah iklan adalah dengan mempertimbangkan cara mengkomunikasikan
poin-poin kunci atau inti pesan yang ingin ditampilkan kepada target audiens.
Struktur-struktur
yang perlu diperhatikan dalam membuat pola sebuah pesan iklan yaitu:
Conclusion Drawing
•
Berawal dari adanya yang mempertanyakan tentang siapa yang seharusnya
menyimpulkan sebuah pesan iklan. Apakah dari pesan iklannya sendiri ataukah
audiens sendiri yang menyimpulkan sendiri pesan iklannya.
•
Tetapi sebuah kesimpulan yang dibuat secara eksplisit dinilai lebih efektif
karena lebih mudah dipahami sehingga efektifitasan pesan menjadi lebih besar.
One and two-side messages
•
Berisi tentang isu yang seharusnya ditampilkan kepada audiens. Bisa berupa isu
one-side message , bisa juga isu two-sided messages.
•
One-side message, hanya melihat dari satu sisi dan menampilkan satu argumen
dalam sebuah pesan. Cara ini efektif untuk audiens yang low-educated dan
audiens yang pro terhadap isu yang ditampilkan.
•
Two-sides message, melihat dan menampilkan argument dari dua sisi, yaitu
melihat dari sisi positif dan juga sisi negatifnya.
3. perceived source ( Sumber )
•
factor penting dalam elemen ini adalah kredibilitas.
•
Kredibilitas tersebut terkait dengan keefektifan pesan dan level persuasi dari
pesan tersebut.
•
Komponen kunci dalam kredibilitas dari sumber adalah pengetahuan yang dimiliki
oleh sumber dan motivasi pribadi dari sumber tersebut.
Establishing credibility
• Aspek dasar sebuah kredibilitas adalah
terpercaya dan kecakapan.
•
Kredibilitas sumber bisa ditentukan dengan menggunakan dari iklan tersebut
langsung (initiator) atau juga bisa menggunakan spokesperson.
Credibility established by the
initiator
•
Reputasi dan citra yang baik merupakan hal yang sangat penting bagi sebuah
perusahaan. Dan hal tersebut dapat mempengaruhi kredibilitas.
•
Factor yang mempengaruhi kredibilitas adalah Branding. Branding dapat membuat
konsumen mengenali dan membuat asosiasi produk sehingga menghalangi kemungkinan
konsumen akan lebih memilih produk yang lain.
Credibility established by a
spokesperson
•
Sumber adalah orang-orang atau pihak yang ditunjuk untuk menyampaikan pesan.
sumber inilah yang membawa pesan seolah-olah pesan tersebut dari dirinya
sendiri.
•
Oleh karena itu. Sumber yang ditunjuk (spokesperson) untuk menyampaikan pesan
haruslah seseorang yang kredibel.
•
Tipe-tipe spokesperson ada empat, yaitu The expert, the celebrity, the chief
executive officer, dan the consumers.
•
The Expert
Mengguanakan individu-individu
yang handal dan memanfaatkan symbol dari dalam tokoh tersebut.
Contohnya dengan mengunakan
baju panjang warna putih, berkaca mata, dan botak, yang disimbolkan
sebagai seorang professor.
Simbolisasi ini juga biasanya
melibatkan, stereotypes, dan identifikasi.
•
Entertainment and Sporting Celebrities
Menggunakan sosok selebritis
tidak hanya untuk membangun kredibilitas, khususnya untuk high involvement
dan low involvement, tetapi juga bisa untuk menarik perhatian individu.
Tetapi dalam menggunakan
selebritis, biasanya ditemukan banyak masalah seperti :
1. Kecocokan image selebritis tersebut dengan produk yang
mereka wakili dan reaksi target audiens terhadap selebritis tersebut. Apakah
audiens menerima selebritis tersebut atau tidak?.
2. Gaya hidup selebritis yang berubah-ubah dikhawatirkan
membawa dampak buruk juga terhadap berubahnya image sebuah brand.
3. Audiens lebih mengingat selebritisnya, daripada produk
yang mereka wakili.
•
Chief Executive Officer (CEO)
Menggunakan
CEO sebagai spokesperson memungkinkan apabila CEO mempunyai image yang positif
dan menarik di layar, sehingga hal tersebut bisa meningkatkan kredibilitas.
Biasanya menggunakan
testimonial-testimonial.
•
The Consumer
Dengan
menggunakan konsumen maka pesan dinilai akan lebih mudah diterima oleh audiens
karena anggapan adanya kesamaan gaya hidup, ketertarikan, dan opini konsumen
tersebut dengan penonton. Sehingga diharapkan penonton akan terpersuasif.
Sleeper Effect
•
Pengaruh sebuah iklan terhadap seorang individu dapat meningkat dari waktu ke
waktu.
•
Oleh karena itu digunakanlah sumber yang kredibel untuk mengulangi pesan
tersebut sehingga pengaruh dari pesan tersebut tetap terjaga dan pesan pun
menjadi efektif.
4. Presentation Of Message
• Focus pada appeals yang disesuaikan dengan target audiens
yang dituju.
• Merupakan tahap eksekusi sebuah pesan.
• Appeals dapat membentuk dan mempengaruhi persepsi dan
ekspektasi audiens.
• Presentasi sebuah pesan diasisiasikan ke dalam dua bentu,
yaitu didominasi oleh product-oriented informasi dan dodominasi oleh appeals
yang emosional-senses.
Appeals Based Upon The Provision Of
Information
•
Menekankan pada pembuatan pesan yang logis dan rasional serta similar dengan
kehidupan audiens sehingga audiens lebih aware dengan pesan yang ditampilkan.
Factual
•
Tujuan utama appeals ini adalah menyediakan informasi-informasi.
•
Diperuntukkan high involvement dimana konsumen-konsumen termotivasi untuk
mendapatkan informasi-informasi yang mereka butuhkan.
•
Persuasi merupakan sentral dari appeals ini.
•
Sehingga pesan iklan dituntut untuk rasional dan berisi argument yang masuk
akal.
Slice Of Life
•
Kredibilitas merupakan factor yang sangat penting dan fital diterimanya sebuah
iklan.
•
Iklan harus dapat menampilkan pesan-pesan yang dapat dicerna penonton dengan
mudah, yaitu dengan menonjolkan ”simialirity” atau kesamaan dengan target
audiensnya.
•
Proses menciptakan kesamaan tersebut merupakan potongan hidup dari sebuah
iklan.
•
Dengan adanya kesamaan yang diciptakan diharapkna konsumen dapat dengan mudah menyimpulkan
sesuai dengan yang diinginkan oleh pembuat iklan.
Demonstration
•
Appeals ini menekankan pada
adanya “masalah” yang dihadapi oleh penonton.
•
Focus brandnya dilukiskan sebagai alat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang
ditampilkan tadi.
•
Contohnya : lantai kotor, sakit kepala.
Maka focus brandnya pada sakit, dan kotor.
Comparative Advertising
•
Pesan yang dibuat fukus untuk membandingkan sebuah brand dengan competitor
utama atau membandingkan dengan seluruh kompetitior.
•
Tujuannya untuk menunjukkan siperioritas brand tersebut dibandingkan dengan
brand yang lain.
Appeals Based Upon Emotions and
Feelings
•
Banyaknya iklan yang ada membuat iklan harus ditampilkan secara “berbeda”
•
Menjadi berbeda yaitu dengan mendasarkan pesan pada emosi.
Fear
• Ada dua tipe dari fear appeals
ini:
1. Menekankan pada aspek negatif atau ancaman pada fisik dan
perilaku yang dikaitkan dengan kegunaan sebuah produk. Contohnya : pesan
asuransi, pasta gigi, dsb.
2. Menekankan pada ketakutan akan penolakan social jika
tidak menggunakan sebuah produk tersebut. Contohnya: sampo anti ketombe,
deodorant.
Humour
• Penggunaan humor sangat atraktif
karena dapat menarik perhatian penonton.
•
Alasan penggunaan humor karena humor dapat membuat mood penonton menjadi
positif.
•
Dengan mood yang positif, iklan dapat dicerna dengan positif juga.
Animation
•
Efektif digunakan untuk target marget anak-anak.
•
Alasan utama menggunakan animasi karena dapat mengubah atau mengurangi
kebosanan dan ketidaktertarikan menjadi menarik perhatian.
•
Dapat meng-cover pesan-pesan yang kompleks.
Sex
• Digunakan untuk menarik perhatian
audiens.
•
Biasa digunakan untuk iklan parfum.
Music
• Dapat menghubungkan sekuen-sekuen
antar bagian iklan.
•
Music yang dimainkan dapat membentuk asosiasi terhadap produk sehingga membuat
audiens tertarik.
•
Berfungsi untuk membedakan satu produk dengan produk yang lain.
•
Tujuan penggunaan musik : menciptakan mood dan menyampaikan pesan yang
diinginkan, selain itu juga dapat menjadi brand equity.
•
Contoh: mobil.
Fantasy and surelism
•
Memungkinkan untuk membuat simbol-simbol dan gambar-gambar yang ingin
diasosiasikan dengan tujuan tertentu.
JENIS-JENIS IKLAN
Dilihat dari tujuannya, ada beberapa jenis iklan, yakni : comercial
advertising, corporate advertising, dan public service advertising.
Comercial Advertising.
Iklan komersial adalah iklan yang bertujuan untuk mendukung
kampanye pemasaran suatu produk atau jasa. Iklan komersial ini sendiri terbagi
menjadi beberapa macam.
• Iklan Strategis. Digunakan untuk membangun merek. Hal itu
dilakukan dengan mengkomunikasikan nilai merek dan manfaat produk. Perhatian
utama dalam jangka panjang adalah memposisikan merek serta membangun pangsa
pikiran dan pangsa pasar. Iklan ini mengundang konsumen untuk menikmati
hubungan dengan merek serta meyakinkan bahwa merek ini ada bagi para pengguna.
• Iklan Taktis.
Memiliki tujuan yang mendesak. Iklan ini dirancang untuk mendorong konsumen agar
segera melakukan kontak dengan merek tertentu. Pada umumnya iklan ini
memberikan penawaran khusus jangka pendek yang memacu konsumen memberikan
respon pada hari yang sama.
Corporate Advertising.
Iklan yang bertujuan membangun citra suatu perusahaan yang
pada akhirnya diharapkan juga membangun citra positif produk-produk atau jasa
yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Iklan Corporate akan efektif bila
didukung oleh fakta yang kuat dan relevan dengan masyarakat, mempunyai nilai
berita dan biasanya selalu dikaitkan dengan kegiatan yang berorientasi pada
kepentingan masyarakat. Iklan Corporate merupakan bentuk lain dari iklan
strategis ketika sebuah perusahaan melakukan kampanye untuk mengkomunikasikan
nilai-nilai korporatnya kepada Public.
Iklan Corporate sering kali
berbicara tentang nilai-nilai warisan perusahaan, komitmen perusahaan kepada
pengawasan mutu, peluncuran merek dagang atau logo perusahaan yang baru atau
mengkomunikasikan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
Public Service Advertising.
Iklan Layanan Masyarakat merupakan bagian dari kampanye
social marketing yang bertujuan menjual gagasan atau ide untuk kepentingan atau
pelayanan masyarakat. Biasanya pesan Iklan Layanan Masyarakat berupa ajakan,
pernyataan atau himbauan kepada masyarakat untuk melakukan atau tidak melakukan
suatu tindakan demi kepentingan umum atau merubah perilaku yang “tidak baik”
supaya menjadi lebih baik, misalnya masalah kebersihan lingkungan, mendorong
penghargaan terhadap perbedaan pendapat, keluarga berencana, dan sebagainya.
Bermacam-macamnya tujuan dari sebuah iklan yang dibuat oleh
sebuah perusahaan maka berdampak pada berbedanya jenis-jenis dari sebuah iklan.
Iklan yang sering muncul diberbagai media dan umumnya dibuat oleh perusahaan
periklanan adalah sebagai berikut :
Iklan Komersial
Iklan komersial adalah iklan yang bertujuan untuk mendukung
kampanye pemasaran suatu produk atau jasa. Iklan komersial ini sendiri terbagi
menjadi beberapa macam, yaitu (Lwin & Aitchison. 2005)
Iklan Strategis
Digunakan untuk membangun merek. Hal itu dilakukan dengan
mengkomunikasikan nilai merek dan manfaat produk. Perhatian utama dalam jangka
panjang adalah memposisikan merek serta membangun pangsa pikiran dan pangsa
pasar. Iklan ini mengundang konsumen puntuk menikmati hubungan dengan merek
serta meyakinkan bahwa merek ini ada bagi para pengguna.
IklanTaktis
Memiliki tujuan yang mendesak. Iklan ini dirancang untuk
mendorong konsumen agar segera melakukan kontak dengan merek tertentu. Pada
umumnya iklan ini memberikan penawaran khusus jangka pendek yang memacu
konsumen memberikan respon pada hari yang sama.
Iklan Corporate
Iklan yang bertujuan membangun citra suatu perusahaan yang
pada akhirnya diharapkan juga membangun citra positif produk-produk atau jasa
yang diproduksi oleh perusahaan tersebut
Iklan Corporate akan efektif bila didukung oleh fakta yang
kuat dan relevan dengan masyarakat, mempunyai nilai berita dan biasanya selalu
dikaitkan dengan kegiatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Iklan
Corporate merupakan bentuk lain dari iklan strategis ketika sebuah perusahaan
melakukan kampanye untuk mengkomunikasikan nilai-nilai korporatnya kepada
public
Iklan Corporate sering kali berbicara tentang nilai-nilai
warisan perusahaan, komitmen perusahaan kepada pengawasan mutu, peluncuran
merek dagang atau logo perusahaan yang baru atau mengkomunikasikan kepedulian
perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Iklan adalah membawa pesan yang ingin
disampaikan oleh produsen kepada khalayak ramai Maka dari itu kita harus
mengerti apa sesungguhnya fungsi iklan, iklan berfungsi untuk :
1. Menghadapi dan mengatasi kompetisi
2. Menunjang penjualan dalam jangka waktu pendek dan panjang
3. Memupuk imej atau goodwill
4. Merebut share of mind
5. Membuka dan memupuk market segmen baru
6. Memprkenalkan produk atau jasa kepada masyarakat
7. Memelihara loyalitas konsumen
8. Mengatasi natural decline
9. Mempengaruhi keputusan membeli
10. Mendukung usaha promosi
11. Memberikan patokan terhadap perancangan terget produk
Iklan Layanan Masyarakat
Iklan Layanan Masyarakat merupakan bagian dari kampanye
sosial marketing yang bertujuan menjual gagasan atau ide untuk kepentingan atau
pelayanan masyarakat
Biasanya pesan Iklan Layanan Masyarakat berupa ajakan, pernyataan atau himbauan
kepada masyarakat untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan demi
kepentingan umum atau merubah perilaku yang “tidak baik” supaya menjadi lebih
baik, misalnya masalah kebersihan lingkungan, mendorong penghargaan terhadap
perbedaan pendapat, keluarga berencana, dan sebagainya
KETERBATASAN IKLAN MEDIA MASSA
Secara
umum, keterbatasan iklan media massa adalah sebagai berikut :
1.
Tidak cukup kuat untuk mempengaruhi audiens dengan karakteristik yang kuat
2.
Durasi terlalu cepat (bagi TV dan radio) sehingga pesan kadang kurang
tersampaikan
3.
Terjadinya sleeper effect, atau pengaruh iklan akan berkurang dalam waktu
kira-kira enam minggu
Sementara
secara spesifik, keterbatasan iklan media massa adalah sebagai berikut:
MAJALAH
• Kadang kurang mencapai segmen pasar
• Dampaknya lambat
KORAN
• Menerima sedikit perhatian karena sedikitnya waktu membaca para
pembacanya
• Remaja dan dewasa muda tidak membaca koran lagi, yang
berarti iklan tidak dapat menjangkau kalangan tersebut
• Terjadi penurunan produksi koran,yang berarti iklan ikut
terkena imbasnya karena semakin sedikit orang yang melihatnya
TV
• Waktu penayangan pendek sehingga harus diulang-ulang
• Penonton terfragmentasi/pemotongan, berarti tidak bisa
mencapai semua kalangan
RADIO
• Kurangnya dampak dan kemampuan untuk menjangkau audiens
• Kurangnya perhatian dari audiens
• Audiens sedikit
• Pesan pendek hingga harus diulang-ulang
BEBERAPA
PERSOALAN ETIS DALAM PER IKLANAN
Ada beberapa
persoalan etis yang ditimbulkan oleh iklan, khususnya iklan manipulative dan
iklan pesuasif non-rasional yaitu :
Iklan
merong-rong otonomi dan kebebasan manusia. Iklan
membuat manusia tidak lagi dihargai kebebasannya dalam menentukan
pilihannya untuk memperoleh produk tertentu. Banyak pilihan dan pola
konsumsi manusia modern sesungguhnya adalah pilihan iklan. Manusia didikte
oleh iklan dan tunduk kepada kemauan iklan, khususnya iklan manipultive
dan persuasive non rasional. Ini justru sangat bertentangan dengan
inferati moral Kant bahwa manusia tidak boleh diperlakukan hanya
sebagai alat demi kepentingan lain diluar dirinya. Manusia harus dihargai
sebagai makhluk yang mampu menentukan pilihannya sendiri, termasuk dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pada fenomena iklan manipulative,
manusia benar-benar menjadi objek untuk mengeruk keuntungan
sebesar-besarnya dan tidak sekedar diberi informasi untuk membantunya
memilih produk tertentu.
Dalam
kaitan dengan itu iklan manipulative dan persuative non rasional
menciptakan kebutuhan manusia dengan akibat manusia modern menjadi
konsumtif. Secara ekonomis hal itu baik karena akan menciptakan permintaan
dan ikut menaikkan daya beli masyarakat.bahkan dapat memacu produktivitas
kerja manusia hanya demi memenuhi kebutuhn hidupnya yang terus bertambah
dan meluas.namun dipihak lain muncul masyarakat konsumtif, dimana banyak
dari apa yang dianggp manusia sebagai kebutuhannya yang sebenarnya bukan
kebutuhan yang hakiki.
Yang juga
menjadi
persoalan etis yang serius adalah bahwa iklan manipulative dan persuative
non rasional malah membentuk dan menentukan identitas atau ciri dari
manusia modern. Manusia modern merasa belum menjadi dirinya kalau belum
memiliki barang sebagimana di tawarkan iklan, ia belum merasa diri penuh
kalau belum memakai minyak rambut seperti diiklankan bintang film terkenal
dan seterusnya. Identitas manusia modern hanyalah identitas misal : serba
sama, serba tiruan, serba polesan dan serba instan. Manusia mengkonsumsi
produk yang sama, maka jadilah identitas manusia modern jadinya hanyalah
rancangan pihak tertentu di fabricated. Yang di pujapun lebih banyak kali
adalah kesan luar, polesan, kepura-puraan.
Bagi
masyarakat modern tingkat perbedaan ekonomi dan social yang tinggi akan
merong-rong rasa keadilan sosial masyarakat. Iklan yang menampilkan yang
serba mewah sangat ironis dengan kenyataan sosial, dimana banyak anggota
masyarakat masih berjuang sekedar hiup. Iklan yang mewah trampil
seakan-akan tanpa punya rasa solidaritas dengan sesama yang miskin.
MAKNA ETIS MENIPU DALAM IKLAN
Prinsip etika
bisnis yang paling relevan disini adalah prinsip kejujuran, yakni mengatakan
yang benar dan tidak menipu. Prinsip ini tidak hanya menyangkut kepentingan
banyak orang melainkan pada akhinya menyangkut kepentingan perusahaan atau
bisnis seluruhnya sebagai sebuah profesi yang baik. Namun persoalannya adalah
apa makna etis menipu disini. Sejauh mana sebuah iklan dikategorikan menipu dan dikutuk secara moral?
Menurut Kamus
Bahasa Indonesia, kata tipu mengandung pengertian perbuatan atau perkataan yang
tidak jujur (bohong, palsu dan
sebagainya) dengan maksud untuk menyesatkan, mengakali atau mencari untung.
Dengan kata lain menipu adalah mengenakan tipu muslihat, mengecoh, mengakali
memperdaya, atau perbuatan curang yang dijalankan dengan niat yang telah
direncanakan. Dalam tindakan menipu ada niat sadar dari pelaku untuk memperdaya
dan mengecoh orang lain. Dari sudur pandang moral, menipu lalu dilihat sebagai
tindakan yang tidak jujur dengan maksud untuk memperdaya orang lain. Karena itu
menipu bertentangan dengan prinsip kejujuran yang karena itu secara moral
dinilai sebagai tidak baik dan terkutuk.
Sehubungan
dengan itu perlu dibedakan antara menipu “positif” dan menipu “negatif”. Menipu
positif berarti secara sengaja mengatakan hal yang tidak ada dalam kenyataan
dengan maksud untuk memperdaya orang lain. Menipu negatif adaah secara sadar tidak mengatakan
(atau menyembunyikan) kenyataan yang sebenarnya (biasanya kenyataan yang tidak
baik atau berbahaya) sehingga orang lain terpedaya. Dengan demikian, iklan yang
membuat pernyataan yang salah atau tidak benar, tidak sesuai dengan kenyataan
dan memang dketahui tidak benar oleh pembuat iklan dan produsen barang tersebut
dengan maksud untuk memperdaya atau mengecoh konsumen adalah sebuah tipuan dan
karena itu harus dinilai sebgai iklan yang tidak etis. Singkatnya, semua iklan
yang di buat dengan melebih-lebihkan kenyataan sebenarnya dari produk tertentu
dengan maksud untuk memperdaya, menghasut, dan membujuk konsumen untuk membeli
produk itu dianggap sebagai iklan yang tidak etis. Demikian pula iklan yang
secara sengaja menyembunyikan kenyataan negatif tertentu. Jelas telah melakukan
penipuan. Sebaliknya iklan yang memberi informasi yang salah, tanpa sadar atau
tanpa mengetahuinya. Suatu kondisi yang perlu di buktian bukanlah iklan yang
menipu melainkan hanyalah iklan yang bohong. Karena itu secara moral tidak
dikutuk. Namun apabila telah diketahui bahwa apa yang dikatakan dalam iklan itu
tidak sesuai dengan kenyataan antara lain melalui pengaduan konsumen iklan semacam
itu harus dicabut. Kalau dibiarkan terus oleh biro iklan atau produsennya, itu
berarti pihak biro iklan dan produsen secara implicit memang bermaksud
memperaya konsumen dan karena itu selanjutnya dianggap iklan yang menipu, tidak
etis, dan harus dikutuk secara moral
Dalam hal ini kant
membantu kita dengan sebuah definisi menipu dari segi moral yang jauh lebih
komprehensif. Menurut Kant, menipu adalah memberi pernyataan yang salah
secara sengaja dengan maksud untuk memperdaya orang lain dan/atau kalau
orang memberi pernyataan telah berjanji untuk menyatakan apa yang sebenarnya
atau kalau pernyatan itu disampaikan kepada orang yang berhak mengetahui
kebenarannya.
Jadi ada paling kurang tiga kondisi
yang bisa di kategorikan sebagi menipu
Pernyataan
yang salah secara sengaja dengan maksud untuk memperdaya orang lain
Pernyatan
yang salah itu berkaitan dengan janji kepada pihak yang dituju untuk
menyatakan apa
adanya
Pernyataan
salah itu diberikan kepada orang yang berhak mengetahui kebenarannya.
De George
bahkan mengatakan :”tanpa membuat
pernyatan apapun yang tidak benar, sebuah iklan bisa menyesatkan, bukanlah
iklan yang memberi atau membuat
pernyataan yang tidak benar, melainkan iklan yang membuat pernyataan demikian
rupa sehingga orang yang normalpun atau palingkurang sebagian besar orang
kebanyakan, yang membaca secara cepat dan tanpa memperhatikannya dengan seksama
dan banyak fikir, akan menarik kesimpulan yang salah.
Jadi, karena
konsumennya berhak mengetahui kebenaran sebuah produk, iklan yang membuat
pernyataan yang menyebabkan mereka salah menarik kesimpulan tentang produk itu
tetap di anggp menipu dan dikutuk secara moral kendati tidak ada maksud
apapun untuk memperdaya dengan kata lain bahkan iklan yang hanya bohong, dan
tidak ada maksud untuk memperdaya sekalipun, sudah dikategorikan sebagai
penipuan dan karena itu dianggap sebagai tidak etis hanya karena alasan bahwa
konsumen berhak mengetahui semua informasi yang sebenarnya tentang produk yang
ditawarkannya.
Secara singkat
dapat disimpulkan bahwa iklan yang menipu dan karena itu secara moral dikutuk
adalah iklan yang secara sengaja menyampaikan pernyataan yang tidak sesuai
dengan kenyataan dengan maksud menipu atau menampilkan pernyataan yang bisa
menimbulkan pernafsiran yang keliru pada pihak konsumen yang sesungguhnya
berhak mendapatkan informasi yang benar apa adanya tentnag produk yang
ditawarkn dalam pasar. Dengan kata lain, berdasarkan prinsip kejujuran iklan
yang baik yang diterima secara moral adalah iklan yang memberi pernyataan
dan informasi yang benar sebagaimana adanya.
KEBEBASAN KONSUMEN
DALAM ETIKA
Masyarakat
sebagai konsumen dari produk- produk komunikasi harus mendapat perlindungan dan
pelayanan yang baik. Pemerintah yang bertanggung jawab menjamin adanya hal
tersebut harus mampu mengeluarkan regulasi yang pro-masyarakat. Pemerintah
harus mampu mengatur jalannya pemanfaatan teknologi komunikasi yang tidak
merugikan masyarakat.
Perlu
ada tatanan kebijakan dan hukum yang tepat bagi penyelenggaraan kegiatan
komunikasi. Mengenai definisinya, antara kebijakan dan hukum punya arti yang
berbeda. Kebijakan adalah keputusan yang dibuat pemerintah dan masyarakat untuk
menentukan struktur media dan mengaturnya sehingga mereka punya kontribusi yang
bagus bagi masyarakat. Sementara hukum adalah peraturan yang dibuat para
legislatif dan diperkuat dengan dibentuknya suatu lembaga negara.
Selain
itu yang perlu ditekankan dalam media adalah menghindari penyampaian informasi
yang mengandung fitnah serta ketidaksenonohan. Fitnah adalah suatu penulisan
atau pemberitaan atau penginformasian yang isinya tidak sesuai dengan kenyataan
dan menghancurkan reputasi atau nama baik pihak tertentu. Sedangkan
ketidaksenonohan misalnya adalah munculnya kata- kata kotor dalam media.
Peraturan
tentang privasi juga perlu diperhatikan oleh media. Media tidak boleh
mengekspose terlalu dalam kehidupan seseorang atau narasumber. Apalagi sudah di
luar konteks informasi utama yang dicari untuk bahan berita.
Mengenai
persaingan pasar, banya pula berbagai peraturan yang muncul. Hal ini sangat
krusial karena media berperan menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.
Informasi yang disampaikan harus kredibel, netral dan bukan merupakan
kepentingan dari pihak- pihak tertentu. Contohnya adalah peraturan mengenai
pembatasan kepemilikan stasiun TV. Di Amerika Serikat, suatu grup media tidak
boleh memiliki stasiun televisi atau beberapa stasiun televisi yang apabila
dijumlahkan punya pangsa pasar lebih dari 39%.
Berbagai
peraturan ketat seperti yang diuraikan diatas merupakan implikasi dari
kebebasan yang sudah di dapatkan oleh media. Media harus mempunyai rasa
tanggung jawab dalam mengemban kebebasan itu dengan tetap melakukan
penyebarluasan informasi yang kredibel. Selain aturan, hal lain yang krusial
dan harus diperhatikan dalam aktivitas media adalah etika.
Ada
2 ide dasar tentang kebebasan beretika, yakni jurnalis dan orang- orang media
sudah mendapat kebebasan untuk melakukan penyebaran pesan. Untuk itu mereka
mempunyai rasa tanggung jawab dengan memberikan informasi yang kredibel. Kedua,
kesejahteraan masyarakat adalah hal terpenting. Lebih penting daripada karir
individual maupun hak individu.
Dalam
melakukan kegiatan peliputan dan penyebaran informasi, pers mempunyai 5 etika
dasar. Yakni memberikan berita yang berarti, akurat dan bebas dari opini
sepihak. Menyajikan berita sebagai forum pertukaran komentar, opini dan menjadi
dasar diskusi dari berbagai sudut pandang. Menjadi media yang mengurangi
kecenderungan stereotype dengan mengutamakan keberagaman. Melakukan klarifikasi
tujuan dan nilai dari masyarakat. Memberi cakupan berita yang luas atas sebuah
isu
Bidang
humas juga mempunyai etika yakni mengenai kegiatan konfrensi pers. Konfrensi
pers tersebut tidak boleh menjadi sumber berita utama. Melainkan harus ada
sumber berita lain yang menjadi penyeimbangnya. Dunia periklanan juga punya
etika yang harus ditaati, yakni harus ada keseimbangan moral dan keuntungan.
Promosi harus berjalan dengan jujur, tidak memasarkan barang yang berbahaya,
dan menjaga privasi ketika melakukan penjualan langsung. Sementara dalam
komunikasi di internet harus ada upaya menjaga etika tidak melakukan
pelecehan. Tidak mengganggu privasi yang lain, tidak melakukan tindakan
plagiarisme.
Munculnya
etika dan regulasi adalah sebagai sarana untuk melindungi masyarakat yang
berperan sebagai media. Hal ini muncul seiring dengan peran media di masyarakat
yang semakin krusial yakni sebagai pemasok informasi utama. Melalui ketaatan
terhadap regulasi dan etika yang ada, media akan semakin bisa dipercaya dan
menghasilkan pemberitaan yang bertanggung jawab.
Dalam
konsep komunikasi etika dan regulasi melakukan perlindungan terhadap pesan yang
disampaikan. Perlindungan yang dimaksudkan adalah agar pesan yang dikirim oleh
pengirim pesan dalam hal ini media atau lembaga penyiaran, bisa sampai kepada
masyarakat yang dalam hal ini penerima pesan, sesuai dengan kenyataan dan dapat
dipertanggungjawabkan
Etika
dan regulasi membentuk perilaku media yang selalu berada di garis tanggung
jawab. Maksudnya adalah agar media menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak
ditunggangi oleh kepentingan segelintir orang yang kurang bertanggung jawab.
Etika dan regulasi muncul sebagai suatu keinginan dari masyarakat agar kegiatan
media bisa dipertanggungjawabkan. Awalnya mungkin kurang diperlukan, namun
meilhat semakin beragamnya media maupun lembaga penyiaran dan pers, etika dan
regulasi dilahirkan sebagai suatu standarisasi agar proses penyebarluasan
informasi bisa berlangsung dengan baik.
Indonesia
punya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Lembaga ini bertugas mengawasi kegiatan
media yang berbentuk penyiaran seperti di televisi dan di radio. Fokus kerjanya
adalah mengawasi konten acara yang disampaikan. Apabila ada pencemaran nama
baik atau ada adegan kekerasan, lembaga ini berhak memberi teguran kepada
lembaga penyiaran seperti stasiun televisi atau radio.
Lembaga
negara lain yang dimiliki oleh Indonesia adalah Dewan Pers. Lembaga ini fokus
kerjanya adalah melakukan pengawasan terhadap berlangsungnya kegiatan pers di
Indonesia. Akan diberikan teguran terhadap lembaga pers yang pemberitaannya
kurang berimbang atau secara umum melanggar
kode etik pers.
1.
Hubungan produsen konsumen
Hubungan konsumen dan Produsen pada
dasarnya bukan merupakan suatu hubungan kontraktual. Produsen dan konsumen
berinteraksi secara anonim, meraka hanya menduga dan menebak siapa calon
konsumennya begitu pula sebaliknya. Selebihnya tidak ada ikatan formal dalam
bentuk kontrak atau persetujuan produsen dan konsumen.
2.Gerakan
konsumen
Hak
dan kewajiban konsumen :
a. Membaca
atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan
barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan.
b. Beritikad
baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa.
c. Membayar
sesuai dengan nilai tukar yang disepakati.
d. Mengikuti
upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.
3.Konsumen
adalah raja
Hal yang menarik jika kita amati disurat
pembaca di media masa, mereka menulis keluhannya baik pada janji atau
pelayanannya yang tidak memuaskan, ini bisa dimengerti karena semakin kritisnya
konsumen semakin sadar atas hak-hak mereka. Kenyataan ini memberikan isyarat :
a. Pasar
yang bebas dan terbuka pada akhirnya menempatkan konsumen menjadi raja.
b. Prinsip
etika, seperti kejujuran,tanggung jawab dan kewajiban melayani dengan baik.
Posted In
ETIKA BISNIS
|
|
edit
0 Responses to "ETIKA BISNIS IKLAN DAN DIMENSI ETIS"
Posting Komentar